Rabu, 27 Februari 2013
Rabu, 13 Februari 2013
Jurnalistik Online (Ju-On): Gelombang Baru Arus Informasi Massa
Jurnalistik
Online (Ju-On), merupakan jurnalistik baru ditengah masyarakat kini.
Kehadirannya memang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Dalam komunikasi Massa, Jurnalistik Online bisa dikategorikan pada media baru
(new media). Media baru (new media) merupakan media elektronik (biasanya
merupakan teknologi yang berbasis computer), seperti internet, e-mail dan kabel
digital.[1]
Semakin
berkembangnya Jurnalistik Online (Ju-On), berdampak pada makin gemarnya warga
untuk menjadi seorang pewarta (citizen Journalis). Mereka menulis memanfaatkan,
misal: Blog atau media social lainnya yang dimana karya jurnalistik mereka bisa
menambah informasi. Tapi masih adanya pro dan kontra terkait apakah Jurnalistik
Online (Ju-On)masuk kepada pengertian Pers dalam arti luas (meliputi media
elektronik: Radio dan Televisi) masih menjadi bahan perdebatan. Sebab, media
yang digunakan oleh Jurnalistik Online (Ju-On)adalah ranah internet yang dimana
lembaganya masih dipertanyakan (dalam arti) tidak semua user (pengguna)
melembaga.
Terlepas dari
pro dan kontra yang ada, Jurnalistik Online (Ju-On) tetaplah pilar penting
memperkaya arus informasi. Tentu dengan informasi yang cepat, tepat, akurat,
dan berimbang. Dan masyarakat utamanya diarahkan untuk melek media dan
informasi , terutama diajak untuk menjadi seorang pewarta professional. (Nandar
Sunandar, Jurnalistik 6 B, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
[1]
West,Richard.,Lynn H. Turner, 2009, Pengantar Teori Komunikasi:Analisis dan
Aplikasi. Salemba Humanika: Jakarta.
Perempuan Langka (Laki-laki Only)
--Hanya istri salehah, perhiasan Terindah--
Begitulah Raja
Dangdut, Rhoma Irama menggambarkan sosok perempuan lewat lagunya berjudul Salehah. Lagu yang
terinspirasi dari hadis nabi itu. Mengingatkan Ane pada sosok perempuan. Ya, perempuan,
gan. Hareem. Awal ceritanya gini, gan. Ketika perjalanan
pulang dari kampus pukul 6 petang Ane nyempetin
shalat di masjid (-lupa lagi namanya) di daerah Jatinangor, Sumedang.
Lalu ketika Ane buka sepatu, keluarlah dari serambi
masjid, sosok perempuan yang menurut Ane langka, gan. Perempuan itu, ngebuat
Ane terbengong-bengong. Entah kenapa ya, gan ? Ane langsung kepikiran,
“subhannallah perempuan langka,” ucap Ane dalam ati, soalnya kalo keras ntar
ketauan si Hareemnya, gan. Hehe
Ane lantas
berfikir, apa Ane bisa dapetin perempuan langka kaya gitu. Made in surga, gan.
Jarang-jarang gan perempuan kaya gitu. Coba gan bayangin, agan pilih mana
makanan yang tertutup ape yang terbuka ? Ayo bayangin, gan? Begitu juga
perempuan langka,gan. Mereka yang menutupi auratnya hanya untuk muhrimnya,
membuka hatinya hanya untuk Allah dan Agamanya. Wah, Ane semakin penasaran gan
dengan perempuan langka ?
Saidina Ali
r.a berkata “ Terdapat tiga nilai buruk pada seorang lelaki yang merupakan nilai
murni bagi perempuan : pelit, mewah diri dan penakut. Jika dia (perempuan)
pelit, dia akan memelihara hartanya dan harta milik suaminya. Jika dia
(perempuan) bermewah diri, dia tidak akan cenderung untuk bercerita atau keluh
kesah dengan orang lain akan hal-hal sulit dan pribadi. Jika dia (perempuan)
penakut, dia akan tidak akan keluar rumah tanpa sebab dan akan menjauhi
tempat-tempat yang bisa menimbulkan keraguan karena tidak mau menyinggung
perasaan suaminya.”
Gan? Coba Agan
pikir, perempuan langka itu dilindungi gan. Nggak percaya gan, mereka
dilindungi oleh Allah terhadap azab api neraka. Sebab bahan bakar neraka itu
banyaknya perempuan, gan. Mereka perempuan langka tidak bisa dibandingkan
dengan bahan bakar apapun gan, makannya mereka begitu adem diliat, pokoknya
subhannallah gan.
Coba bayangin
bahan bakarnya solar atau premium. Sudah pasti cepet ngebul,gan. Panas
bawaanya. Ya, masih mending pertamax. Tapi semua nggak bisa ngalahin perempuan
langka yang dilindungi Allah bukan negara lagi, gan.
Ane merindukan
sosok perempuan langka itu untuk mengisi hidup Ane. Tapi, kayaknya itu sulit,ya
gan ? Kalo Ane gak berubah menjadi laki-laki langka juga. Hehe. Tapi bener gan,
Ane salut ama perempuan yang mampu menjaga shalat dan hijabnya. Malahan gan,
dikejar susahnya minta ampun. (pengalaman teman Ane itu mah gan, hehe).
Tapi, Ane mah
berdoa supaya Ane di kasih satu aja perempuan kaya gitu. Hehe (memperbaiki
keturunan gan, supaya shaleh dan salehah). Tapi, buat Ane mah sekarang pake
prinsip Ahmad Fuadi, Man Jadda Wa Jadda,
--siapa yang bersungguh- sungguh pasti berhasil.
Jadi Ane,
bersungguh-sungguh buat ngejar apa yang Ane cita-citain. Termasuk ngedapetin
perempuan langka itu. Biar Ane, bisa lindungi dan buat konservasinya gan. Soalnya
ane, bener-bener rindu sosok itu. Kalo agan-agan pengen tahu, yu ikut ma Ane.
Biar pikiran agan terbuka luas. Berani, gan!*

~2.jpg)

