Jurnalistik
Online (Ju-On), merupakan jurnalistik baru ditengah masyarakat kini.
Kehadirannya memang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Dalam komunikasi Massa, Jurnalistik Online bisa dikategorikan pada media baru
(new media). Media baru (new media) merupakan media elektronik (biasanya
merupakan teknologi yang berbasis computer), seperti internet, e-mail dan kabel
digital.[1]
Semakin
berkembangnya Jurnalistik Online (Ju-On), berdampak pada makin gemarnya warga
untuk menjadi seorang pewarta (citizen Journalis). Mereka menulis memanfaatkan,
misal: Blog atau media social lainnya yang dimana karya jurnalistik mereka bisa
menambah informasi. Tapi masih adanya pro dan kontra terkait apakah Jurnalistik
Online (Ju-On)masuk kepada pengertian Pers dalam arti luas (meliputi media
elektronik: Radio dan Televisi) masih menjadi bahan perdebatan. Sebab, media
yang digunakan oleh Jurnalistik Online (Ju-On)adalah ranah internet yang dimana
lembaganya masih dipertanyakan (dalam arti) tidak semua user (pengguna)
melembaga.
Terlepas dari
pro dan kontra yang ada, Jurnalistik Online (Ju-On) tetaplah pilar penting
memperkaya arus informasi. Tentu dengan informasi yang cepat, tepat, akurat,
dan berimbang. Dan masyarakat utamanya diarahkan untuk melek media dan
informasi , terutama diajak untuk menjadi seorang pewarta professional. (Nandar
Sunandar, Jurnalistik 6 B, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
[1]
West,Richard.,Lynn H. Turner, 2009, Pengantar Teori Komunikasi:Analisis dan
Aplikasi. Salemba Humanika: Jakarta.

0 komentar:
Posting Komentar